Setyo Pamungkas' Weblog

Salatiga Menuju Kota Karaoke

Posted in Lingkungan (Environment) by Setyo on October 31, 2011

SETAHUN terakhir ini bermunculan sejumlah tempat hiburan karaoke di tengah Kota Salatiga. Sebelumnya hiburan itu kebanyakan berada di bekas kawasan lokalisasi Sarirejo (Sembir) Kecamatan Sidorejo.

Di Sarirejo sekarang sedikitnya ada 30 tempat karaoke. Di luar itu, hiburan karaoke tersebar di tengah kota, di antaranya sejumlah tempat di Jalan Diponegoro, Jalan Jenderal Soedirman, Jalan Sukowati, Jalan Hasanudin, Jalan Gatot Subroto, Jalan Veteran, dan Jalan Lingkar Selatan. Belum lagi beberapa hotel dan tempat kebugaran yang juga menyediakan fasilitas karaoke.

Maraknya tempat hiburan itu mengisyaratkan Kota Salatiga yang berpenduduk sekitar 170 ribu jiwa bakal memiliki julukan baru, Kota Karaoke, bersaing dengan Pati. Mengapa pengusaha hiburan karaoke melirik Salatiga? Beberapa alasan mendukungnya antara lain kota ini merupakan titik lelah perjalanan dari Solo ke Semarang, atau sebaliknya. Mereka yang ingin melepas penat di tengah perjalanan dan punya hobi berkaraoke, bisa mengunjungi tempat hiburan itu.

Alasan lain, masyarakat Salatiga yang hobi berkaraoke diyakini kian bertambah. Mereka tidak hanya yang ber-KTP Salatiga tapi juga penduduk sekitar, seperti warga Kecamatan Tengaran, Suruh, Susukan, Getasan, Tuntang, Kaliwungu, Banyubiru, dan Pabelan. Masyarakat di wilayah Salatiga Coret (sebutan daerah di Kabupaten Semarang penyangga Kota Salatiga) itupun mulai memiliki gaya hidup baru, berkaraoke.

Belum lagi dengan makin seringnya kegiatan rapat, seminar, lokakarya, dan workshop berskala regional yang digelar oleh pemerintah daerah, BUMN, dan perusahaan swasta dilaksanakan di Salatiga. Di antara tamu yang menginap di hotel, bila ingin mencari suasana lain, bisa berkaraoke di sejumlah tempat tersebut.

Kehadiran tempat karaoke di satu sisi menguntungkan, di sisi lain mengundang kerawanan. Dikatakan menguntungkan sebab dapat meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pajak tempat hiburan. Tenaga kerja yang direkrut pun tidak sedikit mengingat tiap bisnis karaoke paling tidak mempekerjakan 10 orang, mulai pemandu karaoke, tenaga keamanan, pramusaji, hingga petugas administrasi. Belum lagi efek domino yang membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar.

Undang Kerawanan

Namun di balik itu, banyaknya hiburan karaoke mengundang beberapa kerawanan yang harus diwaspadai. Kerawanan itu di antaranya menjadi tempat prostitusi terselubung, tempat transaksi narkoba, peredaran minuman keras, dan mempekerjakan anak (perempuan) di bawah umur. Memang pengusaha karaoke bisa saja tidak menyalahgunakan izin operasional tetapi pengunjung yang memanfaatkannya untuk kepentingan itu di luar sepengetahuan pemilik hiburan karaoke.

Untuk menghindari penyalahgunaan tempat-tempat karaoke, perlu langkah antisipatif. Dari sisi regulasi, perlu peraturan daerah untuk mengatur aktivitas bisnis karaoke.
Peraturan ini berfungsi mengawasi dan mengontrol aktivitas tempat-tempat hiburan itu. Dengan perda itu, Satuan Polisi Pamong Praja dapat menegakkan peraturan bila tempat karaoke itu melanggar peraturan.
Dari sisi penegakan hukum, aparat kepolisian diharapkan tidak lalai mengawasi tempat karaoke agar tidak disalahgunakan.

Dari sisi ketenagakerjaan, instansi yang mengurusi ketenagakerjaan dapat mengawasi tenaga kerja yang dipekerjakan di tempat-tempat itu. Pengawasan terfokus apakah pengusaha hiburan karaoke mempekerjakan anak di bawah umur atau tidak, terutama perempuan yang dijadikan pemandu karaoke. Pengusaha karaoke diharapkan mampu mengubah citra masyarakat bahwa tempat karaoke bukan tempat yang tepat untuk menghibur diri. Citra bahwa tempat karaoke merupakan tempat negatif perlu diubah.

Caranya antara lain dengan menawarkan tempat karaoke sebagai pusat hiburan keluarga, bukan untuk kesenangan individu semata, atau dengan menghilangkan stigma bahwa tempat karaoke tidak hanya sebagai hiburan pada malam hari. Selain itu, menghilangkan tudingan bahwa bisnis karaoke mempekerjakan preman sebagai beking. Lantas, apakah perlu membatasi jumlah tempat karaoke? Hal ini masih bisa diperdebatkan. (10)

Jamaludin Al Ashari SH, pegawai Dinas Sosial, Ketenagakerjaan, dan Transmigrasi Kota Salatiga-

Artikel dimuat di Harian SUARA MERDEKA, Senin, tanggal 31 Oktober 2011, halaman 7, atau klik di sini atau klik di sini.

About these ads
Tagged with: , ,

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. dimassetiaditya said, on October 31, 2011 at 2:28 am

    Sebenarnya, apapun pasti mempunyai sisi negatifnya.
    Jangankan tempat karaoke. Bahkan tempat ibadahpun, mempunyai sisi negatif (kalau digunakan untuk hal-hal yang negatif, tentunya).
    Kalau dibilang bahwa tempat karaoke itu rawan kejahatan, tempat ibadah malah lebih rawan kejahatan. Lihat saja, pengeboman waktu Sholat Jumat di mesjid di Cirebon, pengeboman di gereja di Solo, penyerangan tempat ibadah kaum Ahmadiyah. Tetapi bukan berarti bahwa tempat ibadah itu harus ditutup, khan?
    So, itu semua kembali berpulang pada individunya. Dan pemerintah, dibantu dengan masyarakat, harus turut aktif dalam melakukan pengawasan.
    Apabila Salatiga kini berjamur tempat-tempat karaoke, hal ini justru dapat mendatangkan pemasukan bagi pemerintah Salatiga itu sendiri. Tetapi, sekali lagi, harus diperhatikan agar tidak terjadi hal-hal yang dapat membawa stigma negatif bagi tempat-tempat karaoke yang mulai menjamur di Salatiga.
    Nb : saiki dolanan blog tho Set, hehehehe……sip…sip…sip… :-)

  2. catatan harian (ch) saam fredy marpaung said, on October 31, 2011 at 8:24 am

    aturan sudah ada. sekarang bagaimana pemkot salatiga menegakkannya.

    salam,
    sfm

  3. cruizteen said, on December 12, 2011 at 2:40 am

    Thanks for ur blog ka Set, really helped my customer’s credit memo!

  4. wiwin said, on May 14, 2013 at 4:17 am

    bubarin aja karaoke sembir…merusak moral warga salatiga


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: