Setyo Pamungkas' Weblog

Serikat Pekerja di Indonesia (Catatan Ringkas Bag. 2) – Pembentukan dan Pembubaran

Posted in Hukum (Law), Ketenagakerjaan by Setyo on March 11, 2012

Selanjutnya, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja, dibahas pula bagaimana pembentukan SP/SB di Indonesia dan ketentuan-ketentuan yang berbarengan dengan pembentukan yang menjadikan SP/SB dapat diakui dan menjalankan fungsinya. Pada bagian pertama (Catatan Ringkas Bag. 1), telah dijelaskan prinsip-prinsip utama SP/SB berdasarkan undang-undang, maka pada bagian kedua ini, menyoroti bagaimana SP/SB dibentuk dan dicatat.

Pembentukan Serikat:

Pembentuk SP/SB dalam Pasal 5,6, dan 7 adalah bahwa setiap pekerja/buruh berhak membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh, sekurang-kurangnya 10 orang pekerja/buruh. Setiap pekerja/buruh berhak memb entuk dan menjadi anggota federasi serikat pekerja/serikat buruh, sekurang- kurangnya 5 serikat pekerja/serikat buruh. Federasi serikat pekerja/serikat buruh berhak membentuk dan menjadi anggota konfederasi serikat pekerja/serikat buruh, sekuranq-kurangnya 3 federasi serikat pekerja/serikat buruh.

Adapun perjenjangan organisasinya, yakni perjenjangan organisasi serikat pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruh diatur dalam AD/ART-nya (Pasal 8). Dasar pembentukannya kehendak bebas pekerja/buruh tanpa tekanan atau campur tangan pengusaha, pemerintah, partai politik, dan pihak manapun (Pasal 9). Dan klasifikasi: dapat dibentuk berdasarkan sektor usaha, jenis pekerjaan, atau bentuk lain sesuai dengan kehendak pekerja/buruh (Pasal 10). Kemudian serikat  harus memiliki AD/ART-nya sendiri yang memuat: nama dan simbol; dasar hukum dan tujuan; tanggal pembentukan; alamat sekertariat; keanggotaan dan administrasi; sumber pendanaan dan pertanggungjawaban; serta ketentuan tentang perubahan peraturan ini (Pasal 11).

Keanggotaan Serikat

Pada dasarnya serikat tidak boleh membatasi keanggotaan atau melakukan diskriminasi berdasarkan paham politik, agama, etnis atau jenis kelamin (Pasal 12). Keanggotaannya ditentukan berdasarkan peraturan organisasinya (Pasal 13). Seorang pekerja tidak boleh menjadi anggota lebih dari satu serikat di tempat kerja (Pasal 14). Adapun pekerja yang duduk dalam berbagai posisi manajerial di tempat kerja tidak boleh menjadi pengurus serikat (Pasal 15).  Sebuah serikat pekerja/serikat buruh hanya boleh bergabung dengan satu federasi serikat, dan demikian pula sebuah federasi hanya dapat menjadi anggota dari satu konfederasi (Pasal 16). Seorang pekerja dapat memutuskan keanggotaannya dari sebuah serikat secara tertulis (Pasal 17).

Pencatatan dan Pendaftaran

Apa yang kemudian menjadi syarat utama pencatatan dan pendaftaran serikat? Syarat utamanya diantaranya memenuhi beberapa pasal berikut:

  • Pasal 2: asas tidak tentang Pancasila dan UUD 1945
  • Pasal 5 ayat (2): minimal 10 orang pekerja
  • Pasal 6 ayat (2): minimal 5 SB untuk federasi
  • Pasal 7 ayat (2): minimal 3 federasi SB untuk konfederasi
  • Pasal 11: memiliki AD/ART
  • Pasal 18 ayat (2): melampirkan daftar nama anggota pembentuk; AD/ART; dan, susunan dan nama pengurus.
  • Pasal 19: tidak memiliki kesamaan dengan nama dan lambang serikat/federasi/konfederasi terdahulu

Pengajuan pendaftaran dan pencatatan diajukan SP/SB yang telah terbentuk, ke instansi pemerintah yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan setempat untuk dicatat. Instansi tersebut harus memberikan nomor wajib mencatat dan memberikan nomor bukti pencatatan pendaftaran selambatnya 21 hari kerja setelah menerima lamaran dalam bentuk yang ditentukan (pasal 19). Lebih jelasnya dapat dilihat dalam bagan berikut (klik pada gambar untuk memperjelas).

Pada dasarnya legitimasi organisasi ditentukan oleh anggotanya. Dengan demikian, tidak diperlukan dokumen legitimasi dari badan pendaftaran. Nomor pendaftaran diberikan sebagai basis untuk menjalankan, oleh serikat, hak legalitasnya.

Catatan lainnya adalah mengenai perubahan dalam AD/ART harus dilaporkan kepada badan yang bertanggung jawab atas urusan pendaftaran serikat, paling lambat 30 hari dari tanggal perubahan (pasal 21). Hal ini merupakan kewajiban Serikat, sehingga bilamana tidak dilakukan maka serikat akan kehilangan hak-haknya.

Pembubaran Serikat

Pembubaran dapat dilakukan apabila:  (1) dinyatakan oleh anggota sesuai AD/ART; (2) enghentian operasi perusahaan dimana serikat tersebut berada; (3) pernyataan dalam perintah pengadilan, bahwa perusahaan ditutup.

Sementara perintah pengadilan untuk membubarkan serikat dapat dilakukan apabila:

  1. Prinsip-prinsip yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945
  2. Pelanggaran terhadap peraturan hukum yang berlaku;
  3. Serikat yang tidak terdaftar;
  4. Hukuman penjara kepada pengurus atau anggota serikat selama minimal 5 tahun, dimana hukuman tersebut memiliki keabsahan hukum berdasarkan tindakan kriminal terhadap keamanan nasional atas nama serikat;
  5. Perubahan dasar-dasar dan nama serikat setelah pendaftaran,yang mengakibatkan pembubaran.

Hal-hal yang terkait dengan Pembubaran

  1. Penjatuhan Vonis oleh Pengadilan: dalam memerintahkan pembubaran serikat, pengadilan dapat menggunakan vonis hukuman yang memenuhi syarat, yakni 5 tahun atau lebih.
  2. Petisi Untuk membubarkan Serikat: badan pemerintah dapat mengeluarkan petisi untuk membubarkan serikat pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruhmelalui pengadilan dimana serikat tersebut berada.
  3. Hak Berserikat setelah Hukuman Penjara, dan Pembubaran Serikat: pengurus atau anggota serikat dapat membentuk serikat baru atau menjadi pengurusnya setelah jangka waktu tiga tahun dari keputusan pembubaran oleh pengadilan, dan keputusan itu dijalankan.

—-

Lihat pula tentang Serikat Pekerja di Indonesia: Catatan Ringkas Bag. 1 dan Catatan Ringkas Bag. 3 (silakan klik)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: