Setyo Pamungkas

Sahabat Pembaca (Mengapa Aku Ingin Menjadi Penulis)

Posted in Pendidikan (Education) by Setyo on May 10, 2008

Membaca adalah sebuah awal yang mudah untuk membuka wawasan dan pengalaman kita. Diawali pula dengan bacaan yang mudah dicerna, maka diperoleh informasi bagi perkembangan pengetahuan. Informasi yang diperoleh, memiliki peranan bagi pembentukan pendapat pribadi, minimal berpendapat mengenai isi atau topik yang ada dalam sumber bacaan. Selain itu informasi tersebut juga berguna untuk membangun sebuah karakter yang bersifat multi-respond.

Rasa keingintahuan dan penasaran akan sesuatu topik, membuat seseorang akan berupaya mencari bahan/referensi tentang sesuatu topik tersebut. Perilaku pembaca juga dapat mempengaruhi seberapa banyak dan seberapa cukup (menurut pribadinya), bahan bacaan yang akan dia gunakan. Secara selektif, seorang pembaca memilih dan menggunakan informasi yang dia dapat, untuk membantunya mengembangkan pengetahuannya tentang sesuatu. Dengan demikian diperlukan penulis yang mampu menjembatani rasa keingintahuan dan rasa penasaran orang yang membaca tulisannya.

Penulis bagi saya bukanlah sebuah profesi dan tidaklah cukup bila hanya disebut sebagai sebuah profesi. Seorang penulis bahkan menurut saya, memiliki beragam kelebihan disamping kelebihan dalam kemampuannya menciptakan sebuah karya tulisan. Kecerdasannya akan tersirat dalam karya-karyanya. Meresap informasi yang tepat, menganalisa, memberikan ide-ide, serta menuangkan idenya di dalam konsep adalah beberapa kemampuan yang menurut saya merupakan unsur terpenting sebelum menulis. Hal-hal tersebut akan menyebabkan penulis berupaya membuat dan menyisipkan informasi yang benar-benar dibutuhkan oleh pembaca atau orang yang memerlukan referensi. Kemudian kemampuan penulis dalam mengikuti perkembangan teknologi terkini serta interaksi dengan lingkungan sekitar, membantu penulis untuk mewujudkan suatu karya tulisan yang up to date. Dengan demikian karya tulisan yang diciptakan tidak berasa hambar atau tanpa ‘hati’ ketika seseorang membaca tulisan tersebut.

Selain berbagai hal tersebut di atas, bagi saya ada dua hal lain yang cukup mendasar dalam membuat sebuah tulisan. Pertama, yakni kemampuan penulis untuk menciptakan ‘ruang yang interaktif’ dengan orang yang membaca tulisannya. Ini berarti bahwa seorang penulis, di dalam tulisannya harus mampu menerjemahkan suatu hubungan antara penulis dan pembaca hanya melalui sekumpulan kertas berisi abjad. Ruang yang interaktif antara penulis dan pembaca seharusnya dapat diwujudkan dengan cara menggunakan bahasa yang tepat, termasuk pemilihan susunan kata dan kalimat yang baik. Pembaca akan mengikuti irama bacaan dari sebuah karya tulis bilamana ia tidak terganggu dengan kata-kata atau kalimat yang tidak perlu dan bahkan terkesan bertele-tele dan tidak demokratis. Oleh karena itu penulis harus senantiasa belajar bagaimana perkembangan cara yang baik untuk mengenal pembaca melalui tulisannya. Lalu kemudian yang harus dilakukan oleh penulis untuk menciptakan ruang tersebut adalah dengan cara memasukkan informasi yang benar-benar dibutuhkan oleh pembacanya, sehingga pembaca tidak merasa ditinggalkan. Demikian pula kebutuhan informasi akan berbanding lurus dengan banyaknya informasi yang disediakan. Dan sekali lagi penulis diperhadapkan pada kecerdasannya dalam mencari data/informasi yang tepat untuk dituangkan dalam karya-karyanya.

Kedua, kreatifitas dan ide segar penulis, yakni seorang penulis harus menjaga supaya karyanya selalu kreatif dan tidak mati karena perkembangan jaman. Hal ini bukan hanya berlaku pada penulis novel saja, tetapi bagi setiap penulis. Tuntutan pembaca modern makin memaksa penulis mengeluarkan segenap kualitasnya untuk menulis. Hal tersebut seharusnya mendorong setiap orang yang akan menulis, menggunakan ide-ide yang kreatif dan segar sehingga tidak ditinggal oleh pembaca. Kepekaan mengenai perkembangan minat baca dan cara memperlakukan bacaan harus dimiliki penulis di masa-masa mendatang.

Kedua hal tersebut di atas memotivasi saya untuk mengembangkan diri dalam menyumbang ranah bacaan bagi mereka yang membutuhkan informasi, minimal pada bidang tertentu yang saya sukai. Belajar mengerti dan berupaya memahami karakter pribadi adalah sebuah metode yang paling mudah untuk membuat karya tulisan yang memiliki hati. Penerimaan pembaca akan sebuah tulisan juga tidak tergantung pada gelar dan derajat penulis, akan tetapi sebagaimana mungkin penulis membuat karya yang bersahabat dengan pembaca. Dan bahkan mereka akan memperlakukan bacaannya sebagai sahabat. Dengan demikian saya berkeinginan membuat tulisan yang sederhana namun dapat diterima dengan baik oleh pembaca. Bagi saya penulis bukan hanya sekedar profesi tetapi sebuah wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa manusia memiliki arti bagi sesamanya, yakni sebagai sahabat bagi pembaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: