Setyo Pamungkas

Pendapat Saya Soal Debat Capres Semalam

Posted in Uncategorized by Setyo on June 26, 2009

Menikmati? Belum tentu juga. Namun, saya pikir debat semalam sedikit lebih baik daripada debat sebelumnya. Tidak terlalu monoton, tapi juga tidak membuat cepat bosan.

Apa yang berbeda? Performance mereka yang berdebat cukup membuat saya terkesima, terlebih bagi JK yang mana dalam posisi incumbent, tidak takut mengkritik pemerintahannya sendiri yang malahan dipimpin oleh SBY. Kejujuran JK dan SBY, layak diacungi jempol. Tidak takut menghadapi tekanan dari rekan kerja serta mau menanggapi keterbukaan akan kelemahan masing-masing.

Bagi saya politik tidaklah tabu untuk diperdebatkan. Nuansa debat politik kekuasaan pada waktu debat semalam, nampak pada keterusterangan JK mengkritik tim yang dibentuk SBY dalam mengantisipasi masalah-masalah yang muncul di negara ini. Secara politis saya melihat bahwa SBY seakan-akan berdiri sebagai pimpinan yang dianggap terlalu lamban oleh anak buahnya. Namun sepertinya itu benar.

Menyoal topik utang yang menjadi salah satu masalah yang didebatkan, Mega memiliki pendapat bahwa negara ini seharusnya menghentikan utangnya. Negara ini cukup mampu membiayai kelangsungan hidupnya. Sayangnya yang kontradiktif adalah Mega menggunakan pengalaman masa lalu, yakni “pada saat saya menjadi Presiden, saya mencoba bersama IMF”, yang kemudian dengan halus direspon SBY dengan mengungkapkan bahwa kerjasama dengan IMF diakhiri dan menganggap IMF tak cukup membantu pengelolaan utang. SBY dan JK mengungkapkan bahwa optimalisasi penggunaan sumberdaya dalam negeri (termasuk pasar modal dan pajak) menjadi penting daripada memboroskan anggaran untuk kepentingan yang tidak urgent. Selain itu, yang berbeda dari keduanya adalah gerakan pembaruan anggaran dmana soal kecepatan pencapaian tujuan dan prosesnya.

Kritik demi kritik dan ketidakpuasan hanya berkutat diantara SBY dan JK. Sementara Mega yang diharapkan dapat memberikan perlawanan yang sama kuatnya, ternyata hanya seperti penggenap. SBY dan JK sangat emosional pada saat-saat tertentu. SBY dan Indomie, sedangkan JK dengan arogansinya itu.

Topik bahasan yang lain menjadi lebih bersemangat. Apalagi dengan JK yang lebih aktif megungkapkan apa yang ada di benaknya saat itu. Jujur saya berpendapat bahwa JK memiliki performance yang menyakinkan dan sangat realistis dibanding dengan capres lainnya. Sementara SBY masih kental dengan keanggunannya, yang menjawab pertanyaan dan tanggapan dengan kepandaiannya dalam konteks akademis. Dan Mega yang tetap menonjolkan diri dengan masa lampau (saat menjadi presiden), yang terlihat dengan pernyataannya (implisit) bahwa JK tidak bagus kerjanya selama menjadi menterinya.

Apapun pendapat saya, sepertinya tidak cukup terungkap dalam note ini. Akan tetapi, yang ingin saya ungkapkan lebih dalam yakni bagaimana masyarakat Indonesia menilai pemimpinnya. Terlebih di Indonesia, warga negaranya masih tergantung pada langkah-langkah kebijakan yang dikeluarkan pemimpinnya. Semua menunggu. Siapakah dia?
Debat berikutnya layak dinantikan. Apakah ada lagi yang berbeda.

Hanya satu yang mengganjal otak saya.
Mengapa debat capres harus diatur oleh UU dulu baru kemudian dilakukan?

Tagged with: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: