Setyo Pamungkas

Belajar Bijaksana

Posted in Lingkungan (Environment), Pendidikan (Education) by Setyo on July 4, 2009

Malang nian rasanya kalau kita sudah selangkah lagi sampai di tempat tujuan, namun ada halangan yang susah diatasi. Segala kemampuan dan tenaga diupayakan agar dapat mencapai tujuan itu, namun ternyata hasilnya: NIHIL.
Alasan tidak tercapainya tujuan itu bagi saya sangat sederhana.
Apakah saya bekerja keras untuk tujuan itu? Atau saya hanya sebagai pemanis?

Saya masih ingat dulu waktu ikut kegiatan pembekalan suatu organisasi kemahasiswaan di kampus, ada tutor yang memberikan gambaran tipe seseorang. Menurut Pak Sampoerno waktu itu, ada dua tipe sifat manusia. Yakni, tipe penerima dan tipe pembela. Tipe penerima yaitu tipe orang yang kalau mendapatkan kritik dari orang lain, dia akan menerima dan introspeksi pada dirinya sendiri. Tipe ini sangat sulit tercipta, karena manusia pada umumnya selalu berkiblat pada tipe yang kedua, yakni tipe pembela. Tipe pembela selalu menolak kritikan dan seringkali menjawab tidak pada perubahan yang disarankan. Tipe ini menjadi semakin kuat bilamana didukung dengan karakter yang keras kepala, tidak bertanggung jawab, serta berpikiran negatif pada isu baru.

Sejak saat itu saya menyadari saya bahwa saya kurang memandang persoalan dengan kacamata yang rasional, berdasarkan pada kenyataan pada kemampuan diri sendiri. Kepercayaan diri yang dulu saya bangun adalah semu belaka. Yang muncul kemudian adalah sifat sombong, mengira memiliki kekuasaan, merasa kuat dan sanggup mengatasi problema, serta menganggap tidak ada orang yang mampu berbuat sesuatu kecuali saya.
Bukankah itu narsis?

Akhirnya, ketika saya telah menyelesaikan studi di FH, ada persoalan mendasar yang mengganjal dalam benak saya. Meskipun saya memegang gelar yang cukup menawan, namun di gelar itu melekat tanggung jawab yang tidak mudah untuk dilakukan. Konsistensi terhadap ilmu pengetahuan dan keterampilan yang saya peroleh ketika belajar di Universitas, diperhadapkan pada masa depan yang menuntut kedewasaan seorang manusia. Apa yang saya lakukan selama ini, bahkan selama saya menganggap diri sendiri unggul adalah nol belaka. Dengan kata lain, saya merasa tak memiliki kesiapan untuk menjadi seorang manusia dengan sifat kehumanismenya itu. Apakah saya bodoh?

Maka, teringatlah saya pada hal-hal yang disampaikan oleh Pak Sampoerno pada waktu itu. Semakin saya berusaha menjadi orang dengan tipe penerima, semakin nampaklah sisi pemberontak saya, maunya sendiri, teguh pada pendirian yang salah. Hasilnya, saya justru semakin terperosok menjadi seseorang yang tidak patuh pada hati nurani dan mengembangkan tipe penolak itu. Saya memang pintar, tapi I’m a person of subnormal intelligence too. Kepandaian bukan untuk dinampakkan sebagai senjata tanpa mata. Saya bahkan lupa akan sifat kemanusiaan saya.

———————-

Sekarang, saya sedang berusaha bangkit. Berusaha mencapai target tertentu. Tidak perlu muluk, tapi dapat menjadikan hidup saya lebih berarti. Menggunakan hati dan pikiran positif untuk memandang sesuatu yang menantang bagi hidup saya.
Sekarang saya juga melanjutkan belajar. Belajar memahami bahwa di luar sana, ada kenyataan yang tidak dapat saya tolak keberadaannya. Ada perjuangan yang berat untuk mendapatkan sesuatu yang sederhana. Ada berjuta-juta sifat manusia yang harus saya hadapi. Ada pekerjaan yang dapat merubah ideologi saya.

Kini belajar bukan untuk menjadikan saya pandai berbicara.
Saya sedang belajar untuk menjadi lebih bijaksana.

Ingat selalu ketika dosen-dosen saya bilang:
“tempat kalian bukan cuma di sini, tapi justru di luar sana… di mana manusia berjuang untuk pilihan hidupnya… Sarjana Hukum bukan jaminan bahwa kalian akan mati secara terhormat… Tapi, SH adalah modal yang kalian pilih untuk menjadi ‘seseorang’. Pilihan itu sudah ditentukan. Modalmu sudah ada….”

Ya, saya ingin menjadi lebih bijak.

Tagged with: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: