Setyo Pamungkas

Metode Penelitian Non-Doktrinal

Posted in Hukum (Law), Pendidikan (Education) by Setyo on March 31, 2010

Pergeseran Makna
Pembahasan tentang hukum menjadi suatu problematika tersendiri oleh karena hukum mengalami perkembangan pemikirannya. Pada konteks awal, hukum dimaknai sebagai ius constitutum. Artinya bahwa hukum yang menjadi obyek kajian berkutat pada law is in the books. Dengan mendalami hal yang demikian maka hukum berorientasi pada hukum perundang-undangan, atau hukum positif, hukum negara, hukum nasional. Hukum tersebut merupakan produk perkembangan dari negara-negara di Eropa Barat, yang kental dengan kodifikasinya. Pemikiran-pemikiran kaum positivis juga makin menguatkan hukum sebagai apa yang tertulis di peraturan perundang-undangan. Selain itu, pandangan kaum positivis terhadap hukum hampir menyentuh segala aspek keteraturan akibat pemberlakuan hukum, sehingga terkesan kaku dan tidak mudah berubah.
Akan tetapi, perkembangan kehidupan masyarakat secara pesat menyebabkan persoalan tentang hukum menjadi bagian dalam sistem kehidupan sosial. Dalam perkembangan kehidupan sosial tersebut, persepsi mengenai hukum juga ikut berkembang. Hal ini dikarenakan hukum diharapkan mampu untuk menjawab dan menyelesaikan persoalan-persoalan di dalam masyarakat. Perubahan transformatif yang sangat cepat, terutama dalam bidang-bidang sosial, menyebabkan hukum tak lagi efektif untuk mengantisipasi perubahan-perubahan masyarakat. Kajian mengenai hukum kemudian berkembang, terutama dalam perkembangan kajian di dalam cabang-cabang ilmu sosial. Hukum kemudian tidak sekedar dipahami sebagai ius constitutum saja, tapi kemudian menjadi secara empiris yang teramati di lapangan. Jadi kemudian hukum pun lalu dikonsepsikan secara sosiologis sebagai suatu gejala empiris yang dapat diamati di dalam kehidupan. Dan dari segi substansialnya, hukum terlihat sebagai suatu kekuatan sosial yang empiris wujudnya, namun yang terlihat secara sah, dan bekerja untuk memola perilaku-perilaku actual warga masyarakat. Dan dari segi strukturnya hukum adalah sebagai suatu institusi peradilan yang kerjanya mentransformasikan masukan-masukan (tegasnya materi hukum in abstracto yaitu produk sistem politik) menjadi keluaran-keluaran (tegasnya keputusan-keputusan in concreto) yang dengan cara demikian mencoba mempengaruhi dan mengarahkan bentuk dan proses interaksi sosial yang berlangsung di dalam masyarakat. Dalam perspektif yang demikian, oleh Soetandyo, hukum akan menampakkan diri sebagai fakta alami yang tentunya akan tunduk pada keajegan-keajegan (regularities, nomos) atau keseragaman-keseragaman (uniformities).

Perubahan Prosedur
Konsisten dengan cara pandang terhadap hukum yang demikian, akan mengakibatkan hukum yang dikonsepsikan secara sosiologis sebagaimana di atas, dapat diteliti sebagai objek penelitian yang dikerjakan dengan cara saintifik, non-doktrinal, dan tidak akan lagi dijadikan sekedar objek untuk menyusun sistem normatif yang koheren belaka atau dari sumber-sumbernya yang di ranah normatif. Dengan demikian, maka hukum yang menjadi objek empiris-sosiologis akan dikaji dengan menggunakan metode saintifik. Metode saintifik yang dikenakan terhadap objek (hukum), memiliki kekuatan pada peran logika induktif pada permulaannya sebagai cara untuk menemukan asas-asas umum (empirical uniformities) dan teori-teori (baik yang miniatur maupun yang middle range maupun yang grand) melalui silogisme induksi.
Silogisme induksi ini, premis-premisnya selalu berupa hasil pengamatan yang diverifikasi. Kemudian dampak dari silogisme induksi ini, dan pengunaan simpulan-simpulan dari silogisme induksi ini, simpulan tersebut diperoleh dari conclusio di dan dari dalam silogisme induksi, selalu berupa deskripsi atau eksplanasi tentang ada tidaknya hubungan antar berbagai variabel sosial hukum. Dengan demikian dapat dismpulkan bahwa metode non-doktrinal berorientasi pada perspektif yang empiris-nomologis dan berpijak pada logika silogisme yang induktif. Hasil dari penelitian non-doktrinal ini adalah teori-teori tentang eksistensi dan fungsi hukum di dalam masyarakat berikut perubahan-perubahan yang terjadi di dalam proses perubahan sosial. Dengan pengkonsepan hukum secara sosiologis, prosedur seperti ini kemudian diajukan untuk melihat hukum sebagai gejala sosial yang harus dikaji secara empiris.

Hukum dan Pergeseran Metode Penelitian
Karena hukum dikonsepkan secara sosiologis, atau secara empiris dapat dilihat dan diteliti secara sosial, maka realitas-realitas sosial yang ada di dalam masyarakat hanya mungkin ditangkap melalui pengalaman dan penghayatan-penghayatan internal yang membuahkan hasil dalam bentuk gambaran yang utuh dan lengkap dan tidak dapat diukur dengan indikator-indikator yang berada di permukaan saja. Artinya bahwa harus ada partisipasi, pengalaman, dan penghayatan di dalam kehidupan yang nyata yang dijalani demi mempelajari hukum secara empiris. Atau dengan cara lain yakni dengan melakukan wawancara secara intensif dan in depth para pelaku (warga masyarakat) yang menjadi partisipan budaya dan kehidupan hukum setempat dengan sikap-sikap yang empirik.
Hukum pada mulanya dipahami sebagai norma-norma positif di dalam sistem perundang-undangan hukum nasional, dan tipe kajiannya ajaran hukum murni yang mengkaji law as it is written in the books, yakni metode penelitian doktrinal, logika deduksi dan berorientasi positif. Pada perkembangan pemikiran secara sosiologis sebagaimana dikemukakan di atas, berkembang menjadi apa yang diputuskan oleh hakim in concreto, tersistematisasi sbg judge made law. Dan dikaji sebagai law as it is decides by judges through judicial processed, yang menggunakan metode penelitian doktrinal, non doktrinal, logika induktif. Selain itu hukum juga adalah pola perilaku sosial yang terlembaga eksis sebagai variabel sosial yang empiris. Dengan tipe kajiannya sosiologi hukum, mengkaji law as it is in society, metode penelitian non doktrinal, penelitinya menggunakan sosiolog orientasi struktural. Sekaligus juga hukum adalah manifestasi makna-makna simbolik para perilaku sosial sebagai tampak dalam interaksi antar mereka. Dan tipe kajian sosiologi atau antropologi hukum, mengkaji law is it is in (human) action, non-doktrinal.

Disarikan dari pemikiran Soetandyo Wignjosoebroto, di dalam buku Hukum: Paradigma, Metode, dan Dinamika Masalahnya, yang diterbitkan oleh Elsam dan Huma, 2002. Hal. 161-170

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Maja S. Manalu said, on April 27, 2010 at 8:18 pm

    Salam kenal Pak Setyo.
    Saya Maja dari Batam pak. Saya lagi buat proposal tesis pak. Cuma saya kesulitan ini. Metodologi penelitian saya adalah Penelitian hukum non doktrinal. Kebtulan S1 saya dulu dari teknik shg susah utk membuat penelitian hukum ini. Bgmn saya dapat memulainya pak?

    Tq

    Maja

  2. Setyo Pamungkas said, on May 11, 2010 at 11:10 pm

    Salam kenal juga Bu Maja…
    Kebetulan saya ada teman kuliah S2 dari Batam juga. Jadi senang dengan perkenalan ini.

    Jujur harus saya akui kalau memang sulit memulai penelitian dengan metode penelitian hukum doktrinal. Tapi, landasan utama untuk memulai penelitian ini (bagi saya), pemahaman yang cukup tentang metode ini harus didapat terlebih dahulu. Ada baiknya melihat secara seksama bagaimana konsep logika yang digunakan, yakni induktif yang seringkali dipakai dalam penelitian sosial. Akan tetapi, jangan sampai terjebak dengan konsepsi penelitian sosial, karena akan sungguh berbeda.

    Jadi, untuk memulai, saya kira perlu untuk mencoba mencari satu pokok masalah (isu hukum), dan menggunakan paradigma logika di atas dan berhati-hati.

    Lebih lanjut, Ibu bisa contact saya di setyopamungkas@gmail.com
    Saya akan memberikan beberapa rekomendasi literatur menarik untuk memahami penelitian non-doctrinal.

    Terimakasih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: