Setyo Pamungkas

Catatan Kepailitan: Pengenalan

Posted in Hukum (Law) by Setyo on February 7, 2012

Pengusaha yang memiliki kegiatan usaha, sudah pasti membutuhkan modal untuk menunjang kegiatan usahanya tersebut. Modal dapat diperoleh dari dua sumber yang umum, yakni equity (penyertaan) yang mengandung resiko tapi mendapatkan deviden, dan loan (utang) yang tidak mengandung resiko tetapi menanggung bunga (interest).

Dalam konteks kepailitan, yang dibicarakan adalah masalah ‘utang saja’, dan tidak berkaitan dengan modal (alasannya adalah modal mengandung resiko). Utang, dibagi dua : secure loan dan unsecure loan.

Secure loan yakni bahwa karena kalau hutang tidak dibayar, maka hutang itu akan dijamin secara khusus (benda atau orang tertentu) diperjanjikan terlebih dahulu. Sehingga ini diberikan hak terdahulu (kreditur preference). Benda yang dijadikan jaminan, telah diikat dalam perjanjian hutang. Dijamin pengembaliannya secara khusus melalui personal guarantee (termasuk corporate guarantee) dan melalui penjaminan benda secara khusus (fiducia, gadai, hipotik, hak tanggungan).

Unsecure loan yakni dimana ada utang, dan utang tersebut tidak dijamin secara khusus (bila suatu saat utang tidak dapat dibayar, maka pemberi hutang tidak dapat mengklaim hutang, dan meminta pembayaran). Akan tetapi unsecure loan juga dijamin secara undang-undang, dimana penjaminan unsecure loan bersifat umum dan terjadi demi hukum Pasal 1131 KUH Perdata: namun tidak ada objek benda yang dijaminkan secara khusus “Segala barang-barang bergerak dan tak bergerak milik debitur, baik yang sudah ada maupun yang akan ada, menjadi  jaminan untuk perikatan perorangan debitur itu.”  Hal ini bersifat umum (tidak ada khusus benda apa) dan berlaku demi hukum. Kuncinya adalah bahwa benda-benda yang menjadi jaminan utang adalah benda yang ada pada saat tagihan diajukan (benda yang ada pada saat penagihan).

Kemudian bagaimana cara untuk melakukan penagihan kepada debitur, bila utang tidak dibayar?

Cara kreditur menagih :

  • Mengajukan gugatan wanprestasi: yakni sifatnya individual, hanya mengikat pada orang yang menggugat dan yang digugat saja. Sita hanya  akan dikenakan kepada orang-orang yang terikat dalam perjanjian hutang.
  • Kepailitan yakni instrument/cara untuk menagih hutang. Penyelesaian utang yang sifatnya MASSAL, karena kepailitan pada dasarnya adalah sita secara umum. Bahwa kategori penyitaan barang yang berlaku pada seluruh harta (seluruh barangàakan dicari nantinya) dan berlaku secara serta merta (begitu putusan pengadilan diucapkan, maka pada saat itu seluruh harta diletakkan sita secara umum). Pada dasarnya semua barang akan disitaàdebitur menjadi tidak cakap untuk melakukan perbuatan hukum dibidang kekayaan. Harta kekayaan akan diurus oleh curator, artinya ada pengalihan kepengurusan dari orang yang dinyatakan pailit ke kurator. Harta tersebut kemudian akan dipergunakan untuk membayar hutang. Harta selanjutnya akan dijual untuk membayar hutang.

Pada Pasal 1 angka 1 UU 37/2004: “Kepailitan adalah sita umum atas semua kekayaan Debitor Pailit yang pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh Kurator di bawah pengawasan Hakim Pengawas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.”

Jenis sita :

  1. Consevatur beslaah: sita jaminan
  2. Sita refendicatur : sita untuk mengembalikan hak (sita mobil dilakukan agar barang tersebut kembali pada pemiliknya.
  3. Eksecutorial beslaah : mensita suatu barang untuk tujuan eksekusi.

Sita yang dikenakan pada saat pengadilan niaga menjatuhkan pailit adalah sita eksekutorial. Bila gugatan wanprestasi dan kepailitan dilakukan secara bersama-sama, maka penyelesaian hutang akan dilakukan melalui kerangka konteks kepailitan. Dan ketika pailit dijatuhkan, maka semua hutang akan jatuh tempo.

Utang yang bisa ditagihkan adalah :

  1. Utang yang timbul dari perjanjian
  2. Utang yang timbul dari undang-undang

——

Materi disarikan dari kuliah yang diajarkan oleh Dr. Tri Budiyono, SH., MH tentang Hukum Kepailitan, di Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: